Powered By Blogger

Minggu, 05 Juni 2011

PRECEDENTS IN ARCHITECTURE

Buku karangan Roger H. Clark dan Michael Pause ini adalah buku yang sangat berperan penting dalam dunia arsitektur. Sesuai dengan judulnya precedent yang berarti panduan atau acuan, sang pengarang ingin menjadikan buku ini sebagai pedoman untuk mengklasifikasikan jenis-jenis arsitektur yang dapat membantu dalam proses perancangan, membantu memahami sejarah arsitektur, menganalisis kesamaan dalam arsitektur dari sepanjang waktu, dan dapat menemukan pemecahan masalah-masalah umum terhadapa masalah perancangan . Buku ini berpusat pada pola pikir mengenai arsitektur dengan menunjukan kesamaan-kesamaan dari gaya-gaya maupun jenis arsitektur yang muncul dari masa lalu hingga saat ini, karena suatu gaya dan gagasan arsitektur sangat dipengaruhi oleh waktu, segi historis, lokasi, maupun pola pikir sang arsitek. Buku ini terbagi kedalam dua bagian. Pertama, adalah menganalisis 64 bangunan dengan diagram bergambar yang berisi denah lokasi, denah bangunan, potongan, simetri, keseimbangan, pola pengulangan, geometri, bentuk dasar, dll. Sedangkan bagian yang kedua berisi pola-pola yang mengalami pertumbuhan atau perkembangan (formatif) dengan karakteristiknya masing-masing.

§ Analisis

Analisis ini bertujuan untuk menunjukan karater tiap-tiap desain sehingga diagram/skema yang ada dapat dipahami secara jelas, maka persamaan yang ada maupun perbedaannya akan terlhat. Dibawah ini adalah beberapa parameter yang digunakan :

1. Struktur

Struktur yang dimaksud di sini adalah suatu bagian utama pada bangunan yang berfungsi untuk menopang bangunan tersebut. Struktur ini dapat berupa dinding, kolom, balok, dll dengan membandingkan bentuk, pola, jumlah, maupun detailnya sehingga struktur inilah yang dapat menunjukan terbentuknya suatu sirkulasi, komposisi, modulasi, simetri, kesatuan, dll.

2. Cahaya Alami

Cahaya yang dimaksudkan adalah pencahayaan alami yang ada di dalam suatu bangunan, bagaimana cahaya matahari tersebut dapat masuk ke dalam ruangan, baik melalui jendela, maupun dengan adanya skylight. Cahaya itu sendiri dapat mempengaruhi penampilan fisik dari suatu ruangan. Kualitas cahaya yang masuk berbeda-beda karena cahaya tersebut dapat masuk melalui 3 cara, yaitu; penyaringan adalah menyaring cahaya mana yang baik dan yang tidak baik bagi ruangan, pemantulan adalah memantulkan sedikit cahaya dari satu sumber atau lebih sehingga cahaya tersebut dapat cukup memenuhi satu ruangan, peniraian yaitu pemberian tirai agar cahaya yang masuk tidak terlalu berlebih misalnya pada jendela yang menghadap barat.

3. Bentukan Massa

Ide dasar dari tampak bangunan, menampilkan siluet dari suatu bangunan tetapi tidak memperlihatkan detail dari bangunan itu sendiri. Bentukan massa ini juga dapat digunakan untuk membandingkan keselarasan suatu desain dengan lingkungan di sekitarnya pada tahap perancangan, sehingga kita bisa menentukan letak pintu masuk, pencapaian, dan sirkulasi menuju bangunan.

4. Denah, Potongan, & Tampak

Adalah potongan yang memperlihatkan struktur bangunan secara vertikal dan horizontal. Denah adalah potongan secara horizontal 1 meter dari permukaan tanah. Denah dapat menunjukan ruang-ruang yang ada, sirkulasi, dan kegiatan ruang. Potongan adalah tampak struktur dalam bangunan. Biasanya potongan ini terbagi menjadi 2 atau lebih yaitu potongan yang memanjang dari depan ke belakang maupun dari samping kanan ke kiri. Potongan akan memperlihatkan setiap struktur dan interior dalam bangunan, tinggi, pondasi,dll. Tampak adalah tampilan luar dari suatu bangunan dari depan, belakang, dan samping.Memperlihatkan secara murni tanpa mengurangi bentuk bangunan dengan jendela, pintu, maupun ornamen-ornamen yang juga terlihat.

5. Sirkulasi Antar Ruang

Sirkulasi menggambarkan pergerakan-pergerakan atau hubungan antar ruang dimulai dari pintu masuk, ruang publik, semi publik, hingga privat.

6. Kesatuan / Unit Keseluruhan

Tampak kesatuan dari suatu bangunan. Hubungan dari gabungan bentuk-bentuk bangunan yang menjadi satu untuk memberikan bentuk bangunan tersebut.

7. Vocal Point

Suatu bentuk bidang atau bentuk yang berbeda dari bentuk lainnya, sehingga pendapat perhatian dapat dikatakan juga bahwa bentuk yang memiliki keunikan tersendiri.

8. Simetri & Keseimbangan

Simetri menentukan susunan yang seimbang dari bentuk dan ruang terhadap suatu sumbu baik berupa garis maupun titik. Keseimbangan adalah proporsi, perbandingan skala yang terjadi antar ruang dalam bangunan maupun antara bangunan dengan lingkungan di sekitarnya.

9. Geometri

Adalah suatu pola perkembangan bentuk yang membantu menentukan bentuk suatu bangunan, untuk menghasilkan geometri ini kita dapat menggunakan grid-grid sebagai acuan atau modul. Pengamatan terhadap grid-grid ini berdasarkan pola dasar grid (persegi, lingkaran, segitiga), frekuensi, keragaman, kekonsistenan, kerumitan, dll.

10. Penambahan & Pengurangan

Untuk mengetahui bagian mana yang ditambahkan atau dikurangi dari bentuk aslinya dimana dengan cara ini kita lebih dapat menonjolkan bentuk bangunan. Pada penambahan akan terlihat seolah-olah bagian yang ditambahkan menjadi bagian dominan, sedangkan pada pengurangan seluruh bangungan akan tampak menjadi dominan.

11. Hirarki

Urutan tingkat atau penyusunan tingkatan dari atribut-atribut untuk menunjukkan peran, fungsi, format, dan simbol. Hirarki dapat dicari dengan menentukan ukuran, bentuk, maupun penempatannya.

12. Skema

Bagian awal perancangan yang membentuk pola keseimbangan, simetri, hirarki, geometri, dll hingga membentuk denah yang menjadi dasar pola bangunan.

§ Gagasan-Gagasan Formatif

Suatu konsep pemikiran atau gagasan yang digunakan oleh arsitek dalam melakukan perancangan, dimana hal itu masih mengalami perubahan atau perkembangan (formatif). Gagasan formatif yang ada dapat memeberikan keteraturan desain, pengorganisasian ruang, dan menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dengan penerapan cara ini dalam perancangan maka hasil akhir desain yang dihasilkan akan berbeda-beda dan bervariasi satu dengan lainnya.

Pada gagasan formatif ini parameter yang digunakan adalah :

1. Denah, Potongan, Tampak

Sama pengertiannya dengan denah, potongan, dan tampak pada analisa. Namun pada gagasan formatif ini ingin disampaikan hubungan yang lebih erat dan rinci antara denah, potongan, dan tampak. Dimana ketiganya dapat saling mempengaruhi bentuknya. Hubungan denah, potongan, dan tampak adalah sbb :

§ Sama / Sederajat

Artinya denah, potongan, dan tampak memiliki bentuk yang sama. Sehingga ketiganya tampak identik. Contohnya Villa Stein yang dirancang oleh Le Corbusier (1927) Tampak dari bangunan ini berbentuk persegi panjang dangan denah dan potongan yang bentuknya sama yaitu persegi panjang.

§ Satu menjadi Setengah

Konfigurasi yang terjadi adalah bentuk denah, tampak, atau potongan sama seperti setengah dari bagian yang lain. Misalnya denah dari bangunan tersebut berbentuk lingkaran, maka tampak dan potongan dari bangunan itu berbentuk setengah lingkaran (setengah dari bentuk denahnya). Contoh nyatanya adalah Nakayama House (Arata Isozaki).

§ Analogi

Konfigurasi yang terjadi adalah apabila bentuk ketiganya saling menyerupai bentuk dan sifat bagian yang lainnya. Perbedaan yang ada bisa berasal dari lokasi, kontur, ukuran, dll. Contohnya adalah Falling Water (Frank Lloyd Wright) akibat adanya perbedaan kontur maka bentuk tampak berubah tidak sama persis seperti bentuk denahnya tetapi masih ada persamaan-persamaannya (menyerupai).

§ Proporsional

Pada tipe ini, sang perancang mengutamakan proporsi perbandingan antara denah dan tampak menciptakan tampilan yang seimbang. Contohnya adalah Lister County Courthouse (Frik Gunnar Asplund), denahnya menampilkan keseimbangan dengan tampaknya dengan sedikit modifikasi untuk memeberikan variasi.

§ Kebalikan

Tipe dimana bentuk yang satu misalnya pada denah menjadi terbalik pada tampak. Contoh, tampak suatu bangunan berbentuk U tetapi pada denahnya berbentuk U terbalik (∩). Terjadi pada tampak dan denah Stockholm Public Library (Erik Gunnar Aplund).

2. Kesatuan / Unit Keseluruhan

Kesatuan-kesatuan dari komponen-komponen yang membentuk suatu bangunan secara spesifik dengan skala tertentu. Kesatuan itu dibagi menjadi beberapa bagian :

§ Kesatuan / Unit sama dengan Keseluruhan

Biasanya terjadi pada bangunan berbentuk monolitik. Pada hubungan kesatuan ini seluruh tampak bangunan dari bahan hingga elemen seperti pintu dan jendela memiliki kesamaan sehingga terlihat sebagai kesatuan dari keseluruhan bangunan tersebut. Contoh, Piramida Cheop.

§ Kesatuan / Unit Termuat dalam Keseluruhan

Kesatuan ini menggambarkan gabungan hubungan antar ruang, struktur, maupun blok-blok yang ada menjadi satu kesatuan. Biasanya kesatuan itu tampak terlihat jelas dengan pola ruang yang saling berdampingan dan pengelompokan-pengelompokan ruang memperlihatkan satu kesatuan. Contoh, Student Union (Romaldo Giurgola)

§ Kesatuan Lebih Besar dari Jumlah Unit-unit

Kesatuan yang menggambarkan tiap-tiap unit tampak lebih dominan, dengan menggabungkan lebih banyak variasi bentuk-bentuk, namun saatu disatukan bentukan itu menjadi satu kesatuan. Contoh, Tendering Hall (John Soane)

§ Unit-unit yang Berkumpul Membentuk Kesatuan

Bagian-bagian yang saling berdekatan dan berhubungan yang membentuk kesatuan, dibagi menjadibeberapa cara, yaitu :

· Unit-unit Bergandengan/Bersebelahan

Unit dikatakan bergandengan apabila dua buah bentuk saling berdampingan dan terjadi penempelan/kontak permukaan tetapi tidak tumpang tindih. Contoh, Easton Neston (Nicholas Hawksmoor).

· Unit-unit yang Tumpang Tindih

Unit yang tumpang tindih adalah unit yang saling bersebelahan dan mengalami tumpang tindih/ saling meniban atau menembus bagian masing-masing sehingga menghasilkan kesatuan. Contoh, Sever Hall (H.H. Richardson)

· Unit-unit yang Terpisah

Unit-unit juga dapat terlihat seolah-olah berpisah. Dengan cara menonjolkan bagian penghubung atau pemisah. Contoh, Chapel At Ronchamp (Le Corbusier).

3. Perulangan Bentuk

adalah elemen-elemen yang berulang dengan membentuk hubungan antara komponennya, perulangan bentuk ini dibagi menjadi sbb:

§ Pusat dikelilingi Perulangan Unit

Suatu bagian yang menjadi pusat dikelilingi oleh bagian majemuk lainnya di sekitarnya, dan saling membentuk hubungan. Contoh, Altes Museum (K.F.Schinkel)

§ Transformasi Bentuk yang Berulang

Elemen-elemen yang mengalami pengulangan juga mengalami perubahan atau transformasi, dapat berupa ukuran, bentuk, warna, geometri,raut, dll. Contoh, Steiner House (Adolf Loos).

§ Vocal Point pada Bentuk Perulangan

Bidang yang mengalami pengulangan yang sama sehingga menjadi sebuah elemen berbeda yang dapat menjadi vocal point. Contoh, Student Union (Romaldo Giurgola).

§ Vocal Point ditambahkan ke Bentuk Perulangan

Bagian dominan yang mengalami perulangan diberi tambahan bagian yang berbeda sehingga dapat menjadi vocal point. Contoh, Seinajoki Town Hall (Alvar Aalto).

§ Vocal Point dikelilingi Bentuk Perulangan

Suatu bentukan yang terbentuk dari adanya elemen-elemen pengulangan di sekelilingnya. Contoh, Colosseum .

4. Penambahan dan Pengurangan

Penggabungan atau pengurangan untuk memberikan bentukan baru yang variatif.

§ Pengurangan

Pengurangan elemen-elemen dari suatu bentukan untuk menghasilkan bentukan baru dengan tujuan dan fungsi masing-masing. Contoh, Venturi House (Robert Venturi) mengalami pengurangan bentuk untuk dijadikan pintu masuk.

§ Penambahan

Penambahan-penambahan bentuk agar terlihat lebih dominan. Contoh, The Salutation, sebuah bentukan baru ditambahkan yang lebih kecil ditambahkan kepada bentuk utama.

5. Simetri dan Keseimbangan

Keadaan-keadaan yang seimbang dan simetri yang dihasilkan melalui perbandingan.

§ Simetri

Keadaan pembagian sama rata yang seimbang terhadap sebuah titik, garis, atau sumbu. Contoh, Director’s House 2 buah pintu masuk yang berhadapan menbentuk suatu sumbu yang membagi denah menjadi bagian yang simetris.

§ Keseimbangan & Konfigurasi

Keseimbangan yang terjadi pada komponen yang memiliki bentuk atau raut yang berbeda/ asimetris. Contoh, Olivetti Training Center; sumbu menyeimbangkan bagian sayap yang panjang dengan sayap yang pendek.

§ Keseimbangan Geometri

Keseimbangan yang terjadi apabila pola atau bahasa bentuk yang dihasilkan dari pembagian sumbu berbeda. Misalnya pada bagian kanan sumbu berbentuk kotak dan sebelah kirinya lingkaran. Contoh, Oita Medical Hall (Arata Isozaki) keseimbangan antara pola bentuk persegi panjang dengan setengah lingkaran.

§ Keseimbangan Positif & Negatif

Komponen yang menyeimbangkan berdasarkan dimana letaknya berada, misalnya pada bagian yang padat atau berongga. Contoh, Smith House; bagian yang tertutup diseimbangkan dengan bagian taman yang terbuka.

6. Geometri

Gagasan dimana bidang-bidang geometri dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan bidang dasar.

§ Gemotri Dasar

Bentukan geometri yang paling dasar dan belum mengalami kerumitan, masih sangat sederhana berupa bujur sangkar. Contoh, denah Moore House (Charles Moore).

§ Lingkaran dan Bujur Sangkar

Gabungan dari bentuk lingkaran dan bujur sangkar dimana keduanya sangat seimbang, lingkaran dapat berada di pusat atau sebaliknya. Contoh, danah Old Sacristy Bagian luar berbentuk persegi dengan lingkaran di dalamnya, dengan ukuran yang seimbang.

§ Segi Empat Ditumpangi oleh Lingkaran

Bentuk segi empat yang ditumpangi atau dipotong dengan satu atau lebih lingkaran yang ukurannya lebih kecil. Contoh, Casino in Rome.

§ Dua Bujur Sangkar

Dua buah bujur sangkar yang berukuran sama diletakkan bersebelahan. Contoh, Farnese Palace; dua buah bujur sangkar menentukan batas-batas dari tampak utama.

§ Sembilan Bujur Sangkar

Bujur sangkar-bujur sangkar yang berukuran sama yang susunannya berasal dari 3 buah persegi yang saling berdampingan dan kemudian disusun kebawah untuk menghasilakan persegi yang lebih besar dimana jumlah totalnya ada 9 kotak. Contoh, denah York House (William Chambers).

§ Empat Bujur Sangkar

Terbentuk dari 2 bujur sangkar yang saling berdampingan kemudian disusun kebawah sehingga menjadi bujur sangkar yang lebih besar yang terdiri dari 4 kotak berukuran sama. Contoh, Villa Mairea.

§ Segi Empat Panjang 1,4 dan 1,6

Berasal dari diagonal bujur sangkar yang sudtnya berukuran 45 derajat untuk menentukan panjang sisi-sisinya.

7. Asal Geometri

Bagaimana cara dan bentukan dasar dari geometri.

§ Diputar, Digeser, Tumpang Tindih

§ Kincir, Radial, Spiral

Bentuk asal geometri ini memiliki kesamaan yaitu berasal dari satu titik pusat.

§ Grid

Pengulangan bentuk-bentuk geometri dasar. Menjadi acuan dalam pembuatan denah atau tampak.

8. Pola-Pola Konfigurasi

§ Organisasi Liniar

§ Sirkulasi Linear

§ Organisasi Terpusat

§ Pusat Ganda

§ Cluster

§ Sarang

Pola suatu unit ditempatkan pada unit yang lebih besar, sehingga tiap unit memiliki pusat yang berbeda.

§ Konsentris

Pola suatu unit ditempatkan pada unit yang lebih besar, sehingga tiap unit memiliki pusat yang sama.

§ Dua Inti

Pola konfigurasi dengan dua buah bagian yang sama dominan.

9. Gerak Maju

§ Hierarki

§ Peralihan (Transisi)

Perubahan tetapi dengan batasan-batasan atribut.

§ Tranformasi

Perubahan yang mengalami peningkatan dari bentuk awal ke bentuk lainnya.

§ Pengantaraan

10. Perkecilan

§ Perkecilan Besar Tambah Kecil

§ Perkecilan Bagian dari Keseluruhan


Sumber : Clark, Roger H dan Pause,Michael.Precedents in Architecture.New York: Van Nostrand Reinhold Co. 1995

Partai Politik di Indonesia

Partai Politik merupakan salah satu bagian yang mewarnai kehidupan berpolitik, terutama di Indonesia. Dengan adanya partai politik ini maka metode mengenai politk yang tertutup berubah menjadi terbuka dan transparan sesuai dengan prinsip demokrasi. Partai Politik dapat dikatakan adalah suatu organisasi yang terikat oleh nilai-nilai tertentu yang terpusat kepada kekuasaan melalui proses pemilu. Menurut beberapa pendapat kata Partai berasal dari bahasa Latin, Partire yang artinya membagi; bahasa Prancis, Partager yang artinya membagi-bagi; dan bahasa Inggris, Partaking yang artinya mengadakan pertisipasi.

Banyak yang mengira jika munculnya Paratai Politik diakibatkan karena adanya kebutuhan yang berbeda-beda tiap kelompok, maka untuk memenuhi kondisi terebut dibentuklah berbagai macam partai politik dari berbagai macam golongan dengan latar belakang yang berbeda-beda dengan tujuan yang sama yaitu untuk menyejahterakan seluruh masyarakat. Partai Politik terbentuk dari 2 arah yaitu; Intra-parlement ( yang terbentuk dari dalam) dan ekstra-parlement (yang terbentuk dari luar) menghadirkan atau melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.

Bagaimana dengan keadaan di Indonesia ?
Setelah adanya reformasi di negeri ini maka kita bisa melihat mulai banyak partai-partai yang bermunculan (untuk pemilu 2009 terdapat 34 partai). Tapi apakah hal ini dapat menunjukan kemajuan dalam dunia perpolitikan di Indonesia? Mungkin belum atau mungkin tidak. Kinerja partai politik masih sangat jauh dari maksimal dan bahkan terkadang terlihat 'kekanak-kanakan'. Contohnya saja ada saat kampanye tiba, banyak parati yang menarik masa bukan dengan bukti-bukti kemampuan politiknya melainkan dengan mengundang artis-artis dari yang baru hingga artis ternama, bukan hanya itu mereka juga mengajak artis-artis yang belum jelas keahlian dalam dunia politiknya yang terpenting adalah mereka dapat menang dan menguasai politik yang ada, dan tak sedikit partai yang mementingkan hanya kepentingan kelompoknya sendiri dan menomor duakan kepentingan bangsa. Seharusnta kita dapat mengembalikan fungsi dan tujuan utama dari adanya Partai Politik tersebut, jika hal itu dapat terwujud maka keadaan negara kita pun akan menjadi lebih baik dan sejahtera

Dibawah ini adalah 34 logo Partai Politik di Indonesia yang mengikuti pemilu pada 2009.


Sumber : http://ibnulkhattab.blogspot.com/2011/01/pragmatisme-partai-politik.html

Jumat, 03 Juni 2011

Art Nouveau

Art Nouveau

Adalah suatu jenis arsitektur yang merupakan peralihan dari model-model klasik ke era modern. Art Nouveau bermakna art (seni), Keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi keindahan. Contohnya adalah ukiran, lukisan, mozaik, dll. Nouveau (New/Baru) artinya suatu desain yang belum pernah ada sebelumnya atau memperbaiki yang sudah ada. Nama Art Nouveau diambil dari sebuah Toko di Paris, Maison de’l Art Nouveau, yang dibuka pada tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

Art Nouveau muncul sebagai respon kepada lahirnya revolusi industri dan juga sebagai kritikan atas gaya Beaux-Arts yang kaya akan kemewahan dan tradisi masa lalu, juga gaya Victoria. Pada masa Revolusi Industri banyak muncul bangunan dengan fungsi-fungsi yang belum ada sebelumnya seperti pabrik, stasiun, kantor, toko besar, apartment, dll. Selain itu juga timbulnya sistem pabrikasi dimana sebagian besar elemen bangunan dibuat di pabrik, penggunaan mesin-mesin, teknologi baja tuang dan lain-lain, mengakibatkan pembangunan dapat ditempuh dalam waktu yang singkat. Aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu, ukiran flora yang dibuat juga cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional.

Di bawah ini adalah beberapa orang tokoh Art Nouveau dalam dunia arsitektur :

1. Antonio Gaudi

Lahir di Reus pada 25 Juni 1852, dalam membuat rancangannya beliau banyak belajar dari seniornya Juan Martorell Montells. Lingkungan di mana Gaudi dibesarkan dikelilingi oleh pengrajin logam yang mempengaruhi rancangannya juga. Beberapa karyanya adalah Sagrada Familia pada tahun 1883 dan sampai sekarang pun belum selesai. Karyanya yang lain adalah Casa Batllo dan Casa Mila, kedua bangunan ini sangat mencerminkan pemikiran Gaudi yang sangat menyukai bentuk-bentuk alami seperti karang, gua, hutan, gelombang, dan bentuk-bentuk lengkungan. Sehingga bentuk bangunan tersebut seolah-olah menggambarkan suatu lukisan, puisi, atau sajak. Bangunan lainnya adalah Casa Calvet, sebuah apartemen di Barcelona.

2. Victor Horta

Lahir di Ghent Belgia pada 6 Januari 1861. Salah seorang gurunya adalah Alphonse Balat, arsitek Kerajaan Belgia pada zaman Raja Leopold II dimana beliau adalah seorang ahli dalam konstruksi baja dan kaca. Beberapa karya besarnya adalah rumah Profesor Tassel dari Universitas Brussel, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Tassel House yang terletak tepat di pinggir jalan tanpa halaman. Dengan dekorasi dan ornament-ornamen yang sangat kental bercirikan Art Nouveau, elemen konstruksi yang dijadikan sebagai elemen dekorasi. Dengan motif-motif floral yang menghiasi ruangan, pemanfaatan skylight, dan material-material yang terbuat dari baja. Bangunan lainnya adalah Museum Horta, Hotel Solvay, Maison du Peuple

3. Hector Guimard

Lahir pada tanggal 10 Maret 1867, Beberapa karyanya adalah Castel Beranger yang sangat kental dengan nuansa Art Nouveau. Karya lainnya yang terkenal adalah pintu masuk stasiun kereta bawah tanah Paris dari "Le métropolitain"

4. Otto Wagner

Merupakan Arsitek dari Austria, lahir di Wina pada 13 Juli 1841. Karyanya yang bernuansa Art Nouveau adalah Majolica House, didndingnya terbuat keramik yang bermotif floral.

5. Peter Behrens

Adalah salah seorang arsitek dari Jerman, lahir pada tanggal 14 April 1868. Pada - 1899 Beliau membangun rumahnya sendiri dan merancang semua elemen dekoratif di dalamnya (furniture, lukisan, tembikar, peralatan makan) Pada 1902, Behrens merancang pintu masuk untuk paviliun Jerman di Pameran Turin dan kemudian Ia diangkat menjadi direktur Kunstgeweberschule di Dusseldorf.

6. Henry Van De Velde

Adalah arsitek Belgia, lahir pada tanggal 3 April 1863. Karya-karyanya adalah "Bloemenwerf", kediaman pertama Van de Velde, di Ukkel, Belgia; "Chemnitzer Lawn-Tennis-Club" di Chemnitz; "Haus Hohe Pappeln", kediaman Van de Velde di Weimar, Jerman.



Selasa, 10 Mei 2011

Struktur Bentang Lebar

Struktur Bentang Lebar

Apakah anda pernah melihat Sydney Opera House, Gedung DPR/MPR, Wembley Stadium, atau Hanggar Pesawat?? Apakah anda pernah memperhatikan struktur di dalamnya?? Jika pernah, apakah anda berpikir bagaimana bangunan seluas itu dapat berdiri tanpa adanya kolom di tengahnya?? Dengan Struktur Bentang Lebar, itulah jawabannya.

Struktur bentang lebar adalah suatu struktur yang diciptakan untuk bangunan yang memiliki bentangan yang sangat lebar atau luas, dengan pemanfaatan ruang secara maksimal (dapat berupa pentiadaan kolom di tengahnya). Jenis-jenis struktur bentang lebar pun sangat beragam. Beberapa yang saya pelajari adalah Struktur Portal, Struktur Kabel, Struktur Membran, Struktur Cangkang, Struktur Rangka Ruang, Struktur Pneumatik (Balon). Berikut ini adalah sedikit gambaran mengenai struktur-struktur tersebut.

[1]. Struktur Portal

Struktur Portal adalah struktur yang terdiri dari rangka batang-batang dan saling berhubungan satu sama lain, biasanya struktur tersebut membentuk segitiga yang statis 2 dimensi ( contoh seperti kuda-kuda). Dimana untuk menghubungkan batang-batang tersebut harus menggunakan sistem joint. Jenis-jenis sistem joint tersebut adalah :

- Sistem Mero

- Sistem Oktaplate

- Sistem Mannesman

- Sistem Unistrut

- Sistem Tridome

- Sistem Triodetik

- Sistem Conrad Wachsmann


[2]. Struktur Kabel

Adalah salah satu jenis struktur yang kuat terhadap gaya tarik.

[3]. Struktur Membran

Adalah struktur yang menyerupai tenda, biasanya struktur ini berdiri dengan bantuan struktur kabel. Terbuat dari bahan yang ringan seperti contoh paying dari kain, sangat cocok untuk daerah berangin kencang dan beriklim ekstrim seperti daerah gurun yang terdapat di Timur Tengah. Seklet dari rusuk-rusuk baja menerima tarikan dari kain dan memperkuat seluruh permukaan bidang terhadap tekanan angin.



[4]. Struktur Rangka Ruang

Adalah struktur yang terbentuk dari batang-batang juga, hampir sama dengan struktur portal. Namun, pada struktur ini batang-batang yang terbentuk, membentuk suatu ruang 3 dimensi seperti limas. Untuk penghubungnya tetap menggunakan sistem joint.



[5]. Struktur Cangkang

Adalah struktur yang terinspirasi dari bentuk-bentuk cangkang yang berada di alam, contohnya saja seperti cangkang telur, cangkang kura-kura, kepiting, dll. Struktur ini dapat terbentuk dari berbagai macam bahan seperti beton bertulang dan bentuknya melengkung sehingga tampak dinamis. Beban seutuhnya disalurkan melalui dinding strukturnya.



[6]. Struktur Lipat

Adalah struktur yang terbentuk dari lipatan-lipatan, semakin banyak lipatan maka semakin kuat struktur yang menopang beban. Lipatan tersebut dihubungkan dengan pengaku atau yang disebut Steffener. Contoh Struktur ini adalah Mesjid Raya di Kuala Lumpur, Malaysia.

[7]. Struktur Pneumatik (balon)

Adalah struktur dimana ruang yang ada terbentuk dengan memanfaatkan tekanan udara lengkungan kubah adalah bentuk yang cocok untuk struktur ini, karena dapat menutupi ruang dan dapat ditekan oleh udara yang besarnya atau kecepatannya sama ke semua arah.



[8]. Struktur Hibrid

Adalah sturktur campuran, yang menggunakan 2 buah sistem struktur atau lebih.


Itulah beberapa contoh dari struktur bentang lebar :)

Minggu, 08 Mei 2011

Perbedaan Demokrasi Indonesia dan Demokrasi Barat

Pada saat ini Demokrasi sudah merupakan hal yang tidak asing di dalam masyarakat. Sesuai dengan perkembangan yang ada di masyarakat semakin banyak orang-orang yang membicarakan masalah mengenai demokrasi. Sebenarnya kata Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata Demos yang berarti rakyat dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Banyak negara yang menggunakan pola Demokrasi ini, contohnya adalah negara kita sendiri yang menganut sistem Demokrasi Pancasila, dan juga beberapa negara barat seperti AS, Kanada, Prancis, dll yang menganut sistem Demokrasi Liberal. Kedua sistem Demokrasi ini berbeda.

Sistem Demokrasi Pancasila adalah suatu demokrasi yang sudah jelas berdasarkan kepada Pancasila, dimana hal-hal tersebut sudah diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sistem ini sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yang sangat menjujung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan , persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan juga keadilan sosial. Pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden, presiden bertanggung jawab kepada MPR dan diawasi oleh DPR, yang bertujuan untuk menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan dan keselarasan lembaga-lembaga Negara. Namun, terkadang demokrasi ini memiliki banyak kelemahan.

1. - Semakin banyak partai yang bermunculan, tidaklah membuat keadaan semakin membaik melainkan menjadi ajang tanding untuk memenangkan kursi-kursi leglisatif maupun eksekutif, sebenanrnya hal itu sah-sah saja jika memacu untuk mengembangkan bangsa. Tetapi yang terjadi sebaliknya mereka saling mencibir, member contoh yang tidak baik, dll.

2. - Semakin banyak aturan-aturan baru atau UU yang bermunculan. Hal baiknya dengan adanya UU tersebut maka peraturan semakin jelas dan tertata baik, tetapi ada sebagian yang tidak sesuai dan mengakibatkan saling bertolak belakang antara UU yang satu dan yang lain.

3. - DPR tidak bisa dijadikan panutan kepada Rakyatnya, bahwa mereka memang Layak untuk dipilih, karena terlalu banyaknya kasus KKN yang terjadi saat ini. Masalah-maslah internal seperti anggota DPR tidur waktu sidang, bukanlah merupakan hal yang asing lagi di telinga bangsa ini.

Sistem Demokrasi Liberal juga dikenal sebagai demokrasi parlementer, demokrasi ini memeberi kebebasan kepada masing-masing individu untuk melaksanakan apa yang mereka inginkan secara hukum asalkan hal tersebut tidak merugikan atau mengganggu individu lain. Sistem ini dapat dikatakan sistem demokrasi yang paling bebas dibandingkan sistem demokrasi lainnya, campur tangan pemerintah sangat sedikit. Hal inilah yang paling menonjol dalam membedakan demokrasi Indonesia dan demokrasi Barat yaitu individu. Pada suatu kutipan dikatakan bahwa tujuan dari demokrasi ini adalah memandang manusia atau individu bukan sebagai alat tetapi makhluk yang mempunyai tujuan, dan demokrasi ini sangat menjunjung hal tersebut.

Beberapa ciri sistem demokrasi liberal adalah :

- - Sangat menentang sistem pemerintahan yang bersifat dictator, karena melanggr HAM dan tidak member kebebasan kepada masing-masing individu

- - Terjadi jurang pemisah secara ekonomi, antara orang yang berpenghasilan tinggi dan rendah, kuat dan lemah.

- - Infra struktur/struktur sosial selalu diusahakan untuk menegakkan demokrasi

- - Adanya kaum homo seksual dan lesbianisme karena adanya kebebasan individu.

- - Melahirkan paham sekularisme, yaitu paham yang memisahkan antara negara dengan agama. Menurut mereka, agama adalah urusan masyarakat sedangakan negara adalah urusan pemerintah. Maka, pemerintah tidak boleh turut campur dalam hal agama.

Jadi menurut saya, perbedaannya adalah terdapat dalam kebebasan individu. Demokrasi Barat sangat menjunjung tinggi hak masing-masing individu selama itu tidak merugikan orang lain. Sedangkan demokrasi Pancasila, juga menjunjung tinggi HAM tiap orang tetapi tidak sebebas Demokrasi Barat karena masih ada UUD dan UU , juga hukum-hukum moral maupun adat yang memberi batasan-batasan dalam bertindak. Kedua Demokrasi ini sama-sama baik adanya tetapi tetap kembali lagi kepada kita masyarakat yang menjalankannya.

Senin, 18 April 2011

Adat Istiadat yang Membelenggu

Indonesia adalah Negara yang kaya akan keanekaragaman suku bangsa, dimana tiap-tiap suku bangsa tersebut memiliki adat-istiadat yang berbeda-beda. Hal itu dapat dijadikan sebagai cirri khas (jati diri) maupun keunikan (kekayaan) dari negeri kita, dan sebagai generasi penerus bangsa, sudah sewajibnya kita untuk melestarikan kebudayaan peninggalan nenek moyang tersebut. Namun, dibalik itu tidak semua kebudayaan yang ada itu sesuai dengan konstitusi Negara kita yaitu UUD ’45 dan Pancasila maupun dengan pola pikir manusia yang mulai berkembang dan menjujung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).
Untuk memperjelas ketidakseimbangan yang terjadi antara kebudayaan dengan HAM yang terkandung pada UUD 45 & Pancasila akan saya gambarkan melalui beberapa cerita dibawahini :
Dr. Muchtar adalah seorang dokter dari keturunan minangkabau tetapi beliau bekerja pada perusahaan minyak di daerah Aceh, Ia memiliki uang yang tersimpan pada perusahaan dimana Ia bekerja itu. Dalam perjalanannya kembali ke kampong halaman, Ia meninggal dunia. Masalah mulai timbul ketika keluarga dari keluarga ibu menggugat warisan yang ada. Menurut hukum adat yang berlaku di sana, jika seorang pria meninggal maka yang berhak mendapat warisan adalah anggota keluarga wanita sederajat kesamping atau satu tingkat kebawah, (bisa saudara perempuan maupun keponakan perempuan) sedangkan anak maupun istri beliau tidak mendapatkan bagian. Padahal beliau sudah membuat sebuah surat wasiat yang menyebutkan harta peninggalannya akan diberikan kepada istri dan anak-anaknya. Akhirnya setelah melalui jalur hukum, maka pihak istri dan anak-anak keluarga Dr.Muchtar memenangkan kasus tersebut.

Sebenarnya masih banyak kasus-kasus lain yang berhubungan dengan perebutan hak waris, dimana ada perbedaan antara adat istiadat suatu daerah dengan pola pikir manusia modern saat ini. Pada kasus di atas, pihak istri dan anak merasa dirinya yang lebih berhak mendapatkan hak atas harta yang tercantum dalam surat wasiat tersebut, terlebih lagi jika surat wasiat tersebut sah. namun keluarga dr. mochtar yang berada di minangkabau yang masih terikat dengan erat terhadap adat istiadat setempat juga akan berpendapat merekalah yg lebih berhak. Hal ini menunjukkan bahwa terkadang suatu adat istiadat dapat menjadi pertentangan jika dihubungkan dengan aturan yang berlaku lebih umum, dan bisa terjadi pelemahan dalam adat-istiadat itu sendiri.